Penggalan Novel “Di Bawah Naungan Ka’bah”

Penggalan cerita “Di Bawah Naungan Ka’bah” :

… dia menatap mataku kemudian memejamkannya, dia mengatakan dengan suaranya yang merdu dengan kata-kata yang lirih namun begitu jelas, “Aku mencintaimu.”

Kristin lalu menundukan pandangannya. Aku kaget dengan kata-kata itu. Hatiku bagai disambar petir. Degup jantungku begitu kencang sekali. Aku memejamkan mataku. Dengan sepenuh hati aku ucapkan, “Astaghfirullahal adzim.” Aku tidak mau mangambil hati dari kata-kata itu. Jalanku menuju mobil sedikit aku kencangkan. Badan Kristin menjadi menggigil. Dia menjadi tersungkur di lantai dengan kondisi yang lemas. Dia masih sadarkan diri. Matanya juga masih terbuka meskipun harus dipaksakan olehnya. Rahmah dengan segera datang membangunkannya. Ketika aku ingin membuka pintu mobilku, dengan sisa-sisa suaranya yang masih nyaring sembari dalam pegangan Rahmah, dia berkata, “Jika engkau umat Muhammad, jawablah kata-kataku.”

Aku kaget mendengar kata-kata nabiku yang disebut Kristin. Aku urungkan niatku untuk membuka pintu. Aku berjalan pelan-pelan menuju dirinya. Dengan sopan aku ucapkan padanya, “Percuma ucapan cintamu. Kita tidak akan bisa bersatu. Jalan kita berbeda. Meskipun aku juga memiliki rasa itu. Tapi, aku lebih memilih agamaku.”

“Saya akan masuk Islam untuk mendapatkan cintamu,” Kristin menimpali perkataanku dengan penuh harapan.

Aku bingung jawaban yang harus aku utarakan untuk Kristin. Dia begitu nekad akan kata-katanya. Tanpa fikir panjang aku menepis kata-katanya.

“Masuk Islam jangan karena sesuatu. Tapi murnilah karena keikhlasan.”

Aku langsung berbalik arah darinya menuju mobilku dan langsung melaju. Dia hanya termangu melihat mobilku melaju. Dia mengerdipkan matanya dan menutup relung bola matanya kemudian kembali ke ruang tamu tadi dengan dituntun oleh Rahmah.

….

Sebuah novel penggugah keimanan yang ditulis oleh Amirul Ulum. Dan diterbitkan oleh Bengkel Sabda. Penasaran?? Tunggu saja tanggal terbitnya 😀

Leave a Reply